KISRUH PSSI, HARUSKAH SEPAK BOLA INDONESIA MENANGGIS KARENA MENURUTI KEINGINAN DARI K-78

Kisruh, kisruh dan terus kisruh, apa yang sebenarnya terjadi dengan para petinggi atau pejabat yang ada di PSSI. Apa yang ada di otak mereka, bukankah hinaan mereka terhadap FIFA akan menyebabkan jatuhnya sanksi FIFA terhadap Indonesia. Harusnya apa yang dikatakan harus dipertimbankan terlebih dahulu, bagaimana, apa yang terjadi jika perkataan itu saya lontarkan. Please deh, jangan seperti anak kecil, anda semua pernah sekolah sampai perguruan tinggi, anda bukan lagi anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak.
Jangan Anda semua mementingkan kepentingan pribadi, golongan atau nafsu semata, mari cari jalan yang terbaik. Apakah pelajaran PPKN atau PKN sekarang kurang bagi anda sekalian, apa Anda dulu sekolah sering membolos sehingga tidak mendapat pelajaran tersebut. Jadi pemberitahuan bagi semua peserta Konggres PSSI jangan turuti emosi hanya untuk kepentingan golongan semata, ingatlah kepentingan umum. Ingatlah Sepak bola Indonesia yang sedang bangkit dan mulai digemari oleh semua masyarakat Indonesia. Jangan tiru/melanjutkan perbuatan Pendahulu kita yang telah membuat talenta Indonesia seperti Irfan, Kim, Andik dll tidak terpakai hanya karena menuruti nafsu semata. Khusus K-78 jangan buat Indonesia menangis karena FIFA menjatuhkan sanksi. Ingat juga kita masih mempunyai dua Tim sepak bola yang bertanding di kompetisi Asia, yakni AREMA INDONESIA dan SRIWIJAYA FC. Jangan sampai gara-gara sanksi yang dijatuhkan maka tim tersebut, maka tim tersebut bisa aja bangkrut, tengok saja tim Sriwijaya FC yang sudah mengeluarkan kira-kira 3.7 Triliun hanya untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Cukup Anak-anak Indonesia banyak yang memiliki bakat, tapi masih belum tersalurkan. Saya juga menyukai sepak bola, dulu saya pernah menjadi Kiper (penjaga gawang), tapi juga menjadi Penyerang, walau cuma di ajang sepak bola kampung itupun sepak bola anak kecil. Saya tidak berkeberatan jika saya tidak bisa menjadi pemain sepak bola seperti yang saya inginkan, tapi saya menginkan keinginan saya itu bisa didapat oleh anak-anak saya, anak-anak kita semua. Mari majukan Sepak bola Indonesia, sudahi konflik berkepanjangan. Ayo Budayakan Kesepakatan untuk mencapai Mufakat, mari budayakan bermusyawarah. Ingat dalam musyawarah, orang berhak berpendapat tapi tidak boleh membawa kepentingan golongan tertentu dan tidak boleh memaksakan kehandak kepada orang lain.
maaf jika ada perkataan yang kurang berkenan............................................................!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar